Mei 24, 2013

Jebakan 3


Kemampuan membuat jebakan merupakan penentu antara lapar dan kenyang ataupun antara hidup dan mati dalam situasi survival. Berbagai macam jebakan dibuat dengan banyak jenis, dari jebakan lubang,  jebakan gantung, jebakan penjepit hingga jebakan tindih. Berbagai bahan baik alami maupun buatan dapat digunakan untuk membuat jebakan, tergantung dengan ketersediaan bahan dan hewan buruan. Hewan yang biasa diburu dapat berupa seekor burung, mamalia, reptile atau pun ikan.

Dalam materi membuat jebakan, ragawana menyuguhkan 10 jebakan yang semoga bermanfaat. Judul yang akan digunakan adalah Jebakan 1 hingga jebakan 10.


Untuk jebakan 3, kita akan mengupas mengenai jebakan yang biasa dikenal squirrel trap”, Jebakan jenis ini dibuat sensitive dan efektif dengan cara menjepit/menjatuhkan benda kepada sasaran.

 

Dalam membuat squirrel trap, bahan yang diperlukan adalah ranting kayu, pisau dan batu / gelondong kayu. Ranting kayu diperlukan untuk membuat figure sebagai pemicu, pisau digunakan untuk membuat struktur  fugure yang sistematis, sedangkan batu atau gelondong kayu digunakan sebagai penindih target buruan. Ukuran dalam membuat squirrel trap ini disesuaikan dengan keadaan sekitar, yaitu mengenai ketersediaan bahan. Penentu selanjutnya adalah ukuran target buruan dan tenaga serta waktu membuatnya. Tentu saja ketersediaan bahan dan tenaga akan mempengaruhi waktu anda.
Dalam membuat squirrel trap ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara membangunnya. 



Penjelasan:

Bahan penindih:  batu dengan bagian bawah yang rata adalah yang terbaik, semakin luas penampang yang rata maka kemungkinan buruan dapat lolos akan semakin kecil.

Struktur: bahan dahan pohon adalah yang terbaik, kuat dan mudah dibentuk. Buatlah 3 dengan panjang  yang berbeda, serut dahan dan buatlah 2 dahan membentuk lembaran/persegi panjang  papan kayu, gunakan pada kayu warna biru dan kuning. sesuaikan dengan ukuran, untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi. 1 batang kayu untuk membentuk struktur nomer 2 dan 3.

Struktur 1: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menopang secara langsung terhadap bahan penindih (batu/ gelondong kayu).

Struktur 2: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menunjang tekanan pada gambar 1 untuk tetap stabil. Struktur ini dibuat satu batang dengan peletakan umpan pada struktur nomer 3.

Struktur 3: di sanalah anda menempatkan umpan. letakkan struktur ini pada bagian dalam jebakan.

Struktur 4: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini berfungsi untuk menopang struktur 1 dan terkunci oleh struktur horisontal.

Jika diperhatikan dari samping maka:


perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan saling berkaitan antara struktur vertical dan horisontal, dibuat saling mengait, Sehingga akan kuat, membuat struktur ini pas antar struktur adalah penting karena akan berpengaruh pada kekuatan. kita tetap memerlukan pergerakan untuk memfungsikan jebakan ini dengan baik. Sering melakukan pelatihan simulasi agar dapat melakukannya dengan baik.

Jebakan jenis ini akan akan efektif jika anda buat dengan ukuran sedang, target yang dianjurkan adalah tupai, musang, ayam, burung. Tetapi untuk memburu babi hutan anda akan memerlukan bahan penindih yang sangat berat. Cara kerja Jebakan ini mirip dengan figure 4 dead fall. Hanya berbeda pada bentukan struktur dan kayu struktur yang diperlukan.

Tips: struktur squirrel trap hanya dapat didirikan langsung dengan menindihkan beban tindih. Sehingga jika anda sendirian maka untuk membuat squirrel trap dengan ukuran besar adalah sangat sulit. Berbeda dengan struktur figure 4 dead fall  yang dapat berdiri tanpa beban tindih.


Mei 23, 2013

Jebakan 2


Kemampuan membuat jebakan merupakan penentu antara lapar dan kenyang ataupun antara hidup dan mati dalam situasi survival. Berbagai macam jebakan dibuat dengan banyak jenis, dari jebakan lubang, jebakan gantung, jebakan penjepit hingga jebakan tindih. Berbagai bahan baik alami maupun buatan dapat digunakan untuk membuat jebakan, tergantung dengan ketersediaan bahan dan hewan buruan. Hewan yang biasa diburu dapat berupa seekor burung, mamalia, reptile atau pun ikan.

Dalam materi membuat jebakan, ragawana menyuguhkan 10 jebakan yang semoga bermanfaat. Judul yang akan digunakan adalah Jebakan 1 hingga jebakan 10.

Untuk jebakan 2, kita akan memngupas mengenai jebakan yang biasa dikenal tree sping noose trap”, Jebakan jenis ini dibuat sensitive dan efektif dengan cara menjerat kaki sasaran.

Dalam membuat jebakan tree sping noose trap, bahan yang diperlukan adalah tali, pisau, tiga pasak, dua batang kayu dengan panjang sedang dan 1 buah batang kayu dengan ukuran kecil.

Dalam membuat tree sping noose trap ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara membangunnya.  



Penjelasan:

Bahan per:  batang dari pohon perdu adalah yang terbaik, pilihlah pohon dengan batang yang lentur dan kuat, memiliki pegas sempurna dan pilihlah batang yang lurus di samping jalur binatang. Kelenturan dari batang ini akan turut menentukan kesuksesan jebakan anda, semakin memiliki reflek bagus maka buruan akan semakin mudah dijerat.

Bahan penjerat:  tali adalah penjeratnya, menggunakan tali kawat adalah anjuran yang baik jika anda tidak mengetahui jenis binatang apa yang anda buru, dapat saja beberapa hewan yang memiliki gigi tajam yang mampu memutuskan tali anda dalam beberapa menit. Untuk menghemat tali kawat, anda dapat menyambungnya dengan tali dari bahan lain, dengan catatan gunakan tali kawat tetap pada penjerat utama. Tali biasa yang berhubungan langsung dengan batang pegas (perhatikan baik-baik cara tali ini melintasi batang horisontal terhadap pemicu ). 

Simpul: Untuk menjerat kaki binatang buruan anda dapat menggunakan simpul Tauthline hitch atau Running bow line(dapat anda lihat pada simpul tali dan cara membuatnya).

Struktur: bahan dahan pohon adalah yang terbaik, kuat dan mudah dibentuk. Anda dapat juga menggunakan ranting yang kokoh dalam membuat jebakan ini, sesuaikan panjang yang diperlukan, untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi.

Pasak 1: perhatikan baik-baik struktur pasak yang harus digunakan, struktur ini akan berfungsi menahan batang horisontal dari tarikan tali yang terhubung pada batang pegas.

Pasak 2: berfungsi sama dengan pasak 1.

Pasak 3: berfungsi menahan kuncian 1

Kuncian 1: merupakan pemicu utama yang membuat jebakan ini mampu bekerja dengan baik, batang inilah yang menentukan jebakan anda diinjak atau tidak.

Pemicu: berfungsi sebagai penghubung tali jerat dengan jerat terhadap pohon. Anda dapat menggunakan simpul tali rooling hitch ataupun morning hitch dalam mengikat pemicu.

Jebakan jenis ini akan akan efektif jika anda buat dengan ukuran sedang, target yang dianjurkan adalah tupai, musang, ayam, burung. Tetapi untuk memburu babi hutan ataupun rusa anda akan memerlukan bahan jerat yang lebih besar dan lebih kuat, anda akan memerlukan sebuah tombak untuk melumpuhkan hewan sebesar itu. kelebihan dari jebakan ini adalah adanya hasil buruan yang segar.

Tips: pada tali jerat, letakkan beberapa bagian tali yang melingkar beberapa cm dari tanah, anda dapat meletakkannya di beberapa batu kecil atau ranting kecil, tujuannya adalah memperbesar prosentasi kaki binatang dapat terjerat.