Juni 03, 2013

Jebakan 6

Kemampuan membuat jebakan merupakan penentu antara lapar dan kenyang ataupun antara hidup dan mati dalam situasi survival. Berbagai macam jebakan dibuat dengan banyak jenis, dari jebakan lubang,  jebakan gantung, jebakan penjepit hingga jebakan tindih. Berbagai bahan baik alami maupun buatan dapat digunakan untuk membuat jebakan, tergantung dengan ketersediaan bahan dan hewan buruan. Hewan yang biasa diburu dapat berupa seekor burung, mamalia, reptile atau pun ikan.

Dalam materi membuat jebakan, ragawana akan menyuguhkan 10 jebakan yang semoga bermanfaat. Judul yang akan digunakan adalah Jebakan 1 hingga jebakan 10.

Untuk jebakan 6, kita akan mengupas mengenai jebakan yang bisa dikenal “Jebakan tikus”, Jebakan jenis ini dibuat sensitive dan efektif dengan cara menjepit kaki sasaran agar tidak kabur, tetap hidup dan untuk selajutnya dikonsumsi. tetapi jika buruan anda bertubuh kecil. maka buruan akan berakhir dalam kematiannya.

Dalam membuat jebakan 6, bahan yang diperlukan adalah dahan sebuah jebakan tikus dan tali. selalu ingatlah bahwa dalam membuat jebakan disesuaikan dengan keadaan sekitar, yaitu mengenai ketersediaan bahan. Penentu selanjutnya adalah ukuran target buruan dan tenaga serta waktu membuatnya. Tentu saja jenis jebakan, ketersediaan bahan dan tenaga akan mempengaruhi waktu anda.


Dalam membuat jebakan hidup ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara menempatkannya.

Tali: anda perlu tali untuk mengikat jebakan tikus anda, ikat dan hubungkanlah dengan sebuah pohon agar buruan yang berukuran besar tidak mampu lolos dan membawa pergi jebakan anda. gunakan tali dengan bahan logam akan menghindari gigitan yang dapat memutuskannya.

Kamuflase:  Taburkan beberapa daun kering di atas tali dan di atas jebakan anda, untuk menghindari kecurigaan.

Umpan: Untuk umpan anda dapat menyebarkannya di arean jebakan jika buruan anda adalah binatang yang lebih besar, jika buruan kecil anda dapat meletakkannya di atas pemicu.

Buruan: Ukuran binatang untuk jebakan ini, anda dapat men-target-kannya pada seekor tupai, musang, kelinci dan burung.

Tips: tempatkan pada jalur binatang atau pada area yang lebih tinggi dari area biasanya, karena binatang dengan ukuran kecil atau sedang biasa melihat lingkungan dari lokasi yang lebih tinggi.

  

Jebakan 5

Kemampuan membuat jebakan merupakan penentu antara lapar dan kenyang ataupun antara hidup dan mati dalam situasi survival. Berbagai macam jebakan dibuat dengan banyak jenis, dari jebakan lubang,  jebakan gantung, jebakan penjepit hingga jebakan tindih. Berbagai bahan baik alami maupun buatan dapat digunakan untuk membuat jebakan, tergantung dengan ketersediaan bahan dan hewan buruan. Hewan yang biasa diburu dapat berupa seekor burung, mamalia, reptile atau pun ikan.

Dalam materi membuat jebakan, ragawana akan menyuguhkan 10 jebakan yang semoga bermanfaat. Judul yang akan digunakan adalah Jebakan 1 hingga jebakan 10.

Untuk jebakan 5, kita akan mengupas mengenai jebakan yang bisa dikenal “Jebakan hidup kurungan”, Jebakan jenis ini dibuat sensitive dan efektif dengan cara menjatuhkan suatu benda guna menghindari  sasaran kabur, tetap hidup dan untuk selajutnya dikonsumsi.


Dalam membuat jebakan 5, bahan yang diperlukan adalah dahan pohon, pisau dan tali. Ranting kayu diperlukan untuk membuat figure sebagai pemicu, pisau digunakan untuk membuat struktur  fugure yang sistematis, sedangkan untuk mengurung buruan anda akan memerlukan beberapa batang kayu yang harus anda rangkau untuk membuat teralis dengan tali untuk mengikatnya. Ukuran dalam membuat jebakan hidup ini disesuaikan dengan keadaan sekitar, yaitu mengenai ketersediaan bahan. Penentu selanjutnya adalah ukuran target buruan dan tenaga serta waktu membuatnya. Tentu saja ketersediaan bahan dan tenaga akan mempengaruhi waktu anda.

Dalam membuat jebakan hidup ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara membangunnya. 


Penjelasan:

Struktur: dahan pohon cukup untuk membuatnya.

Pemicu: Langkah pertama adalah untuk mendapatkan 2 stuktur yang sesuai gambar “kuning dan biru” adalah dengan memotong di bawah percabangan dahan, potong untuk mendapatkan bentuk yang sesuai. Buatlah 2 dengan panjang  yang berbeda, buatlah 2 pada ranting seperti gambar di atas dengan panjang yang sesuai dan buatlah tukik pada setiap ujungnya sebagai kuncian pemicu. Untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi.

Pasak: Langkah selanjutnya adalah membuat pasak. 1 buah pasak dengan figur “Y” dan 2 pasak biasa. sesuaikan dengan ukuran, untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi.

Batang horisontal: sebuah batang akan anda perlukan dengan posisi horisontal dengan warna orange, berfungsi untuk menopang tarikan pemicu ketika ditindih,

Kurungan: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi mengurung buruan agar tidak lolos, anda harus merangkainya dari bawah untuk membuat proses yang lebih mudah. Untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi.

Umpan: Penempatan umpan utama adalah di dalam kurungan, dan beberapa taburkan di luar jebakan.

Buruan: Jebakan jenis ini akan akan efektif jika anda buat dengan ukuran sedang, target yang dianjurkan adalah ayam, burung. Jebakan ini tidak akan efektif terhadap binatang yang mampu menggali tanah ataupun binatang yang bertenaga lebih.

Tips : Buatlah kurungan yang kuat, perhatikan baik-baik jarak antara setiap batang, ikat dengan kuat dan menggunakan kayu yang kuat adalah keputusan yang baik. Waktu yang anda perlukan untuk membuat jebakan jenis ini akan cukup lama.


Jebakan 4

Kemampuan membuat jebakan merupakan penentu antara lapar dan kenyang atau pun antara hidup dan mati dalam situasi survival. Berbagai macam jebakan dibuat dengan banyak jenis, dari jebakan lubang,  jebakan gantung, jebakan penjepit hingga jebakan tindih. Berbagai bahan baik alami maupun buatan dapat digunakan untuk membuat jebakan, tergantung dengan ketersediaan bahan dan hewan buruan. Hewan yang biasa diburu dapat berupa seekor burung, mamalia, reptile atau pun ikan.

Dalam materi membuat jebakan, ragawana akan menyuguhkan 10 jebakan yang semoga bermanfaat. Judul yang akan digunakan adalah Jebakan 1 hingga jebakan 10.

Untuk jebakan 4, kita akan mengupas mengenai jebakan yang bisa dikenal “Bleg”, Jebakan jenis ini merupakan salah satu dari jebakan hidup, yaitu tidak membuat jebakan mati di tempat.




dibuat sensitive dan efektif dengan cara menjatuhkan suatu benda guna menghindari  buruan kabur, tetap hidup dan untuk selajutnya dikonsumsi.


Dalam membuat jebakan hidup, bahan yang diperlukan adalah ranting kayu, pisau dan batu. Ranting kayu diperlukan untuk membuat figure sebagai pemicu, pisau digunakan untuk membuat struktur  fugure yang sistematis, sedangkan batu digunakan untuk menahan target buruan melarikan diri. Ukuran dalam membuat jebakan hidup ini disesuaikan dengan keadaan sekitar, yaitu mengenai ketersediaan bahan. Penentu selanjutnya adalah ukuran target buruan dan tenaga serta waktu membuatnya. Tentu saja ketersediaan bahan dan tenaga akan mempengaruhi waktu anda.

Dalam membuat jebakan hidup ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara membangunnya. 


Penjelasan:

Bahan penindih:  batu dengan bagian bawah yang rata adalah yang terbaik, semakin luas penampang yang rata maka kemungkinan buruan dapat lolos akan semakin kecil.

Struktur: bahan ranting pohon cukup untuk membuatnya. Buatlah 3 dengan panjang  yang berbeda, buatlah pada setiap ujung balok ranting seperti gambar di atas. sesuaikan dengan ukuran, untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi.

Gambar 1: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menopang secara langsung terhadap bahan penindih (batu).

Gambar 2: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menunjang tekanan pada gambar 1 untuk tetap stabildan merupakan pemicu yang sensitive.

Gambar 3: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini berfungsi sebagai pondasi pemicu, sebagian dari struktur ini sebaiknya menancap pada tanah.

Umpan: penempatan umpan utama adalah di dalam lubang,

Jebakan jenis ini akan akan efektif jika anda buat dengan ukuran sedang, target yang dianjurkan adalah tupai, ayam, burung. Jebakan ini tidak akan efektif terhadap binatang yang mampu menggali tanah.

Tips : buatlah lubang dengan sesuai, jangan membuatnya terlalu lebar melebihi luas bahan penindih anda. Buat sedikit ventilasi agar buruan anda akan tetap mampu hidup. jebakan ini merupakan jebakan paling mudah dibuat diantara jebakan lainnya.




Mei 24, 2013

Jebakan 3


Kemampuan membuat jebakan merupakan penentu antara lapar dan kenyang ataupun antara hidup dan mati dalam situasi survival. Berbagai macam jebakan dibuat dengan banyak jenis, dari jebakan lubang,  jebakan gantung, jebakan penjepit hingga jebakan tindih. Berbagai bahan baik alami maupun buatan dapat digunakan untuk membuat jebakan, tergantung dengan ketersediaan bahan dan hewan buruan. Hewan yang biasa diburu dapat berupa seekor burung, mamalia, reptile atau pun ikan.

Dalam materi membuat jebakan, ragawana menyuguhkan 10 jebakan yang semoga bermanfaat. Judul yang akan digunakan adalah Jebakan 1 hingga jebakan 10.


Untuk jebakan 3, kita akan mengupas mengenai jebakan yang biasa dikenal squirrel trap”, Jebakan jenis ini dibuat sensitive dan efektif dengan cara menjepit/menjatuhkan benda kepada sasaran.

 

Dalam membuat squirrel trap, bahan yang diperlukan adalah ranting kayu, pisau dan batu / gelondong kayu. Ranting kayu diperlukan untuk membuat figure sebagai pemicu, pisau digunakan untuk membuat struktur  fugure yang sistematis, sedangkan batu atau gelondong kayu digunakan sebagai penindih target buruan. Ukuran dalam membuat squirrel trap ini disesuaikan dengan keadaan sekitar, yaitu mengenai ketersediaan bahan. Penentu selanjutnya adalah ukuran target buruan dan tenaga serta waktu membuatnya. Tentu saja ketersediaan bahan dan tenaga akan mempengaruhi waktu anda.
Dalam membuat squirrel trap ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara membangunnya. 



Penjelasan:

Bahan penindih:  batu dengan bagian bawah yang rata adalah yang terbaik, semakin luas penampang yang rata maka kemungkinan buruan dapat lolos akan semakin kecil.

Struktur: bahan dahan pohon adalah yang terbaik, kuat dan mudah dibentuk. Buatlah 3 dengan panjang  yang berbeda, serut dahan dan buatlah 2 dahan membentuk lembaran/persegi panjang  papan kayu, gunakan pada kayu warna biru dan kuning. sesuaikan dengan ukuran, untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi. 1 batang kayu untuk membentuk struktur nomer 2 dan 3.

Struktur 1: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menopang secara langsung terhadap bahan penindih (batu/ gelondong kayu).

Struktur 2: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menunjang tekanan pada gambar 1 untuk tetap stabil. Struktur ini dibuat satu batang dengan peletakan umpan pada struktur nomer 3.

Struktur 3: di sanalah anda menempatkan umpan. letakkan struktur ini pada bagian dalam jebakan.

Struktur 4: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini berfungsi untuk menopang struktur 1 dan terkunci oleh struktur horisontal.

Jika diperhatikan dari samping maka:


perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan saling berkaitan antara struktur vertical dan horisontal, dibuat saling mengait, Sehingga akan kuat, membuat struktur ini pas antar struktur adalah penting karena akan berpengaruh pada kekuatan. kita tetap memerlukan pergerakan untuk memfungsikan jebakan ini dengan baik. Sering melakukan pelatihan simulasi agar dapat melakukannya dengan baik.

Jebakan jenis ini akan akan efektif jika anda buat dengan ukuran sedang, target yang dianjurkan adalah tupai, musang, ayam, burung. Tetapi untuk memburu babi hutan anda akan memerlukan bahan penindih yang sangat berat. Cara kerja Jebakan ini mirip dengan figure 4 dead fall. Hanya berbeda pada bentukan struktur dan kayu struktur yang diperlukan.

Tips: struktur squirrel trap hanya dapat didirikan langsung dengan menindihkan beban tindih. Sehingga jika anda sendirian maka untuk membuat squirrel trap dengan ukuran besar adalah sangat sulit. Berbeda dengan struktur figure 4 dead fall  yang dapat berdiri tanpa beban tindih.


Mei 23, 2013

Jebakan 2


Kemampuan membuat jebakan merupakan penentu antara lapar dan kenyang ataupun antara hidup dan mati dalam situasi survival. Berbagai macam jebakan dibuat dengan banyak jenis, dari jebakan lubang, jebakan gantung, jebakan penjepit hingga jebakan tindih. Berbagai bahan baik alami maupun buatan dapat digunakan untuk membuat jebakan, tergantung dengan ketersediaan bahan dan hewan buruan. Hewan yang biasa diburu dapat berupa seekor burung, mamalia, reptile atau pun ikan.

Dalam materi membuat jebakan, ragawana menyuguhkan 10 jebakan yang semoga bermanfaat. Judul yang akan digunakan adalah Jebakan 1 hingga jebakan 10.

Untuk jebakan 2, kita akan memngupas mengenai jebakan yang biasa dikenal tree sping noose trap”, Jebakan jenis ini dibuat sensitive dan efektif dengan cara menjerat kaki sasaran.

Dalam membuat jebakan tree sping noose trap, bahan yang diperlukan adalah tali, pisau, tiga pasak, dua batang kayu dengan panjang sedang dan 1 buah batang kayu dengan ukuran kecil.

Dalam membuat tree sping noose trap ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara membangunnya.  



Penjelasan:

Bahan per:  batang dari pohon perdu adalah yang terbaik, pilihlah pohon dengan batang yang lentur dan kuat, memiliki pegas sempurna dan pilihlah batang yang lurus di samping jalur binatang. Kelenturan dari batang ini akan turut menentukan kesuksesan jebakan anda, semakin memiliki reflek bagus maka buruan akan semakin mudah dijerat.

Bahan penjerat:  tali adalah penjeratnya, menggunakan tali kawat adalah anjuran yang baik jika anda tidak mengetahui jenis binatang apa yang anda buru, dapat saja beberapa hewan yang memiliki gigi tajam yang mampu memutuskan tali anda dalam beberapa menit. Untuk menghemat tali kawat, anda dapat menyambungnya dengan tali dari bahan lain, dengan catatan gunakan tali kawat tetap pada penjerat utama. Tali biasa yang berhubungan langsung dengan batang pegas (perhatikan baik-baik cara tali ini melintasi batang horisontal terhadap pemicu ). 

Simpul: Untuk menjerat kaki binatang buruan anda dapat menggunakan simpul Tauthline hitch atau Running bow line(dapat anda lihat pada simpul tali dan cara membuatnya).

Struktur: bahan dahan pohon adalah yang terbaik, kuat dan mudah dibentuk. Anda dapat juga menggunakan ranting yang kokoh dalam membuat jebakan ini, sesuaikan panjang yang diperlukan, untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi.

Pasak 1: perhatikan baik-baik struktur pasak yang harus digunakan, struktur ini akan berfungsi menahan batang horisontal dari tarikan tali yang terhubung pada batang pegas.

Pasak 2: berfungsi sama dengan pasak 1.

Pasak 3: berfungsi menahan kuncian 1

Kuncian 1: merupakan pemicu utama yang membuat jebakan ini mampu bekerja dengan baik, batang inilah yang menentukan jebakan anda diinjak atau tidak.

Pemicu: berfungsi sebagai penghubung tali jerat dengan jerat terhadap pohon. Anda dapat menggunakan simpul tali rooling hitch ataupun morning hitch dalam mengikat pemicu.

Jebakan jenis ini akan akan efektif jika anda buat dengan ukuran sedang, target yang dianjurkan adalah tupai, musang, ayam, burung. Tetapi untuk memburu babi hutan ataupun rusa anda akan memerlukan bahan jerat yang lebih besar dan lebih kuat, anda akan memerlukan sebuah tombak untuk melumpuhkan hewan sebesar itu. kelebihan dari jebakan ini adalah adanya hasil buruan yang segar.

Tips: pada tali jerat, letakkan beberapa bagian tali yang melingkar beberapa cm dari tanah, anda dapat meletakkannya di beberapa batu kecil atau ranting kecil, tujuannya adalah memperbesar prosentasi kaki binatang dapat terjerat.




Jebakan 1

Kemampuan membuat jebakan merupakan penentu antara lapar dan kenyang ataupun antara hidup dan mati dalam situasi survival. Berbagai macam jebakan dibuat dengan banyak jenis, dari jebakan lubang, jebakan gantung, jebakan penjepit hingga jebakan tindih. Berbagai bahan baik alami maupun buatan dapat digunakan untuk membuat jebakan, tergantung dengan ketersediaan bahan dan hewan buruan. Hewan yang biasa diburu dapat berupa seekor burung, mamalia, reptile atau pun ikan.

Dalam materi membuat jebakan, ragawana akan menyuguhkan 10 jebakan yang semoga bermanfaat. Judul yang akan digunakan adalah Jebakan 1 hingga jebakan 10.

Untuk jebakan 1, kita akan memngupas mengenai jebakan yang biasa dikenal figure 4 dead fall”Jebakan jenis ini dibuat sensitive dan efektif dengan cara menjatuhkan benda kepada sasaran. 


Dalam membuat jebakan figure 4 dead fall, bahan yang diperlukan adalah ranting kayu, pisau dan batu / gelondong kayu. Ranting kayu diperlukan untuk membuat struktur figure 4 sebagai pemicu, pisau digunakan untuk membuat struktur  figure yang sistematis, sedangkan batu atau gelondong kayu digunakan sebagai penindih target buruan. Ukuran dalam membuat jebakan figure 4 dead fall ini disesuaikan dengan keadaan sekitar, yaitu mengenai ketersediaan bahan dan tenaga. Penentu selanjutnya adalah ukuran target buruan dan tenaga serta waktu membuatnya. Tentu saja ketersediaan bahan dan tenaga akan mempengaruhi waktu anda.

Dalam membuat figure 4 dead fall ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara membangunnya. 

Penjelasan:

Bahan penindih:  batu dengan bagian bawah yang rata adalah yang terbaik, semakin luas penampang yang rata maka kemungkinan buruan dapat lolos akan semakin kecil. untuk penggunaan gelondong kayu kurang dianjurkan karena anda akan memerlukan tenaga besar untuk memotongnya, serta peralatan yang mungkin terbatas, selain itu, penampang gelondong kayu juga semakin kecil.

Struktur: bahan dahan pohon adalah yang terbaik, kuat dan mudah dibentuk. Buatlah 3 dengan panjang  yang berbeda, serut dahan dan buatlah setiap dahan membentuk balok kayu, sesuaikan dengan ukuran, untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi.



Gambar 1: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menopang secara langsung terhadap bahan penindih (batu/ gelondong kayu).

Gambar 2: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menunjang tekanan pada gambar 1 untuk tetap stabil. selanjutnya akan terpengaruh terhadap pemicu yang sensitive.

Gambar 3: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini berfungsi untuk menempatkan umpan. Membuatnya harus sedikit panjang, tetapi tidak boleh bersentuhan dengan bahan penindih, struktur ini di posisikan tepat di bawah bahan penindih, ini adalah struktur pemicu.

Gambar 4: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan saling berkaitan antara struktur vertical dan horisontal, dibuat saling mengait, Sehingga akan kuat, jangan membuat struktur ini terlalu pas antar struktur, karena kita memerlukan pergerakan untuk memfungsikan jebakan ini dengan baik. Perhatikan baik-baik pada gambar "tampak belakang".

Jebakan jenis ini akan akan efektif jika anda buat dengan ukuran sedang, target yang dianjurkan adalah tupai, musang, ayam, burung, ataupun hewan bergigi tajam lainnya yang mungkin mampu memutuskan tali anda. Untuk memburu babi hutan anda akan memerlukan bahan penindih yang sangat berat. kelebihan dari jebakan ini adalah anda tidak memerlukan tali untuk membuatnya.






Mei 11, 2013

Cams/ friends/ spring loaded camming device (SLCD)



Friends merupakan salah satu jenis pengaman sisip yang digunakan dalam panjat tebing, anda dapat menarik tuas baja yang membuat bagian ujung friends menyempit dan melepaskannya pada celah yang diinginkan. Friends sangat fleksibel, karena dapat digunakan pada berbagai ukuran celah/rongga.

Berikut beberapa jenis-jenis cams/friend/SLCD:

Power Cams
Power cams diciptakan untuk memungkinkan pada penempatan yang lebih dangkal, sempit, atau penempatan pada tempat sedang. Dapat digunakan pada penempatan yang rumit akan lebih mudah terutama dalam ukuran kecil. Berukuran 13 mm (0,51") dengan anyaman sling besar (36% Dyneema / 64% nilon). Terdapat range finder yang akan membantu anda secara cepat untuk memilih ukuran yang tepat untuk penempatan cam. Dioptimalkan pada sudut cam untuk kekuatan yang luar biasa.  wajah cam yang luas untuk fungsi yang lebih pakem. berbentuk “U” untuk daya tahan yang lebih besar dan kontrol yang tak tertandingi selama penempatan dan retraksi. Dengan machined cam stop. biasanya sling dijahit berwarna, berkode dan ber-tubing, berbahan 7075-T6 aluminum (ukuran #00-#6) 6061-T6 aluminum (ukuran #7 #8) dirangkai dengan tangan, diperiksa dengan bukti individual dan diuji.

 Super Cams
Super Cams ini diciptakan dengan desain yang lebih baik untuk Cams menengah dan besar (1 ½ " ke atas), Supercams  Lebih stabil dari pada Cams simetris dengan ukuran yang sama, Asymmetric cam lobus memberikan hampir dua kali lipat kisaran Cams konvensional dengan Kevlar memicu dengan bahan ringan, kuat dan lapang, Terdapat range finder yang mampu memberitahu anda sekilas jika Anda telah memilih ukuran yang tepat untuk penempatan cam. Dioptimalkan dengan sudut cam untuk kekuatan yang lebih luar biasa,  wajah cam yang lebih luas untuk fungsi yang lebih pakem. Berbentuk “U” untuk daya tahan yang lebih besar dan kontrol yang tak tertandingi selama penempatan dan retraksi. machined cam berhenti, dengan ¾ "(19 mm) tubular webbing nilon. biasanya sling dijahit berwarna, berkode dan ber-tubing. 6061-T6 alumunium. Dirangkai dengan tangan, diperiksa dan bukti individual dan telah diuji.



 Fat Cams
Fat Cams diciptakan untuk bebatuan yang lebih lembut, cam jenis ini memungkinkan untuk pilihan penempatan lebih dangkal, sempit, atau penempatan sedang, dapat digunakan pada penempatan yang rumit akan lebih mudah.  Berukuran 13 mm (0,51 ") anyaman sling besar (36% Dyneema / 64% nilon), Dioptimalkan pada sudut cam untuk meningkatkan daya pegang, dengan wajah cam terluas yang tersedia untuk pegangan maksimum. Berbentuk “U” untuk daya tahan yang lebih besar dan kontrol yang tak tertandingi selama penempatan dan retraksi. Biasanya sling dijahit berwarna, berkode dan bertubing. berbahan 6061-T6 alumunium. Dirangkai dengan tangan, diperiksa dan bukti individual dan telah diuji.

Master cams
Master cam dibuat dengan cukup fleksibel, merupakan unit batang tunggal dengan lebar kepala ultra-sempit untuk dipergunakan pada penggunaan yang berat maupun dalam penggunaan free climbing. Dilengkapi dengan sebuah Molded thumb, berukuran 13 mm (0,51 ") dengan anyaman sling webbing besar (36% Dyneema ® / 64% nilon).  Terdapat range finder akan dapat memberitahu anda sekilas jika Anda telah memilih ukuran yang tepat untuk penempatan camMaster cams dioptimalkan dengan sudut cam yang dapat memberikan kekuatan yang luar biasa. machined cam stops, sling biasanya dijahit berwarna, berkode dan tubing. Berbahan 7075-T6 alumunium, dengan ukuran # 00 - # 6. Bersertifikat CE / UIAA, dirangkai dengan tangan, diperiksa dengan bukti individual pengujian di perusahaan.


Offsets Master cams
Offset terdiri dari dua lobus kecil dan dua lobus yang lebih besar untuk menyesuaikan penempatan pada celah dan bekas luka buatan pada tebing. sangat fleksibel, Unit batang tunggal dengan lebar kepala ultra-sempit untuk membantu dalam penggunaan berat maupun dalam free climbing. sepotong jempol Molded. Berdimensi 13 mm (0,51 ") anyaman sling besar (36% Dyneema / 64% nilon). Terdapat range finder yang dapat memberitahu Anda sekilas jika Anda telah memilih ukuran yang tepat untuk penempatan cam. Dioptimalkan pada sudut cam untuk kekuatan yang luar biasa. dengan machined cam berhenti. sling dijahit Warna-kode dan tubing. mesin untuk presisi yang jauh lebih besar dari pada Cams dicap atau diekstrusi. berbahan 7075-T6 alumunium dengan Ukuran # 00/0 - # 4/5. Pembuatannya dirangkai dengan tangan, diperiksa dengan bukti individual dan diuji.

TCUs
pilihan penempatan yang sering dijumpai. TCUs merupakan cam yang ringan, cam jenis ini memungkinkan untuk penempatan pada tempat yang lebih dangkal, sempit, atau penempatan sedang. Bentuknya yang ramping membuat penempatannya pada tempat rumit  akan lebih mudah, terutama dalam ukuran kecil. berukuran 13 mm (0,51 ") dengan anyaman sling besar (36% Dyneema / 64% nilon). Terdapat range finder yang akan memberitahu Anda sekilas dalam memilih ukuran yang tepat untuk penempatan cam. Dioptimalkan dengan sudut cam untuk kekuatan yang luar biasa. wajah cam yang lebih luas untuk lebih kuat mencengkeram. Berbentuk “U” untuk daya tahan yang lebih besar dan kontrol yang tak tertandingi selama penempatan dan retraksi. dengan machined cam berhenti. biasanya sling dijahit berwarna, berkode dan ber-tubing, Berbahan aluminium. Bersertifikat CE / UIAA, dirangkai dengan tangan, diperiksa dengan bukti individual dan telah diuji.


Offsets TCUs
Offsets TCUs diciptakan untuk mampu mengisi retakan yang rumit ataupun bekas luka buatan pada tebing. Offset terdiri dari dua lobus kecil dan satu lobus lebih besar. Merupakan cams paling ringan. Berukuran 13 mm (0,51 ") dengan anyaman sling besar (36% Dyneema / 64% nilon). Dilengkapi dengan range finder yang akan membantu anda secara cepatuntuk memilih ukuran yang tepat untuk penempatan cam. Dioptimalkan pada sudut cam untuk kekuatan yang luar biasa.  wajah cam yang luas untuk fungsi yang lebih pakem. berbentuk “U” untuk daya tahan yang lebih besar dan kontrol yang tak tertandingi selama penempatan dan retraksi. Dengan machined cam berhenti. biasanya sling dijahit berwarna, berkode dan ber-tubing, berbahan aluminium, berukuran # 00/0- # ¾ , dirangkai dengan tangan, diperiksa dengan bukti individual dan diuji.









April 28, 2013

Memilih Pisau yang Baik



Memilih pisau, terutama yang untuk penggunaan outdoor / survival adalah keputusan yang sangat individual. Dan itu keputusan yang harus mengakomodasi pengguna pengalaman, pengetahuan, ukuran, lingkungan dan jenis kegiatan. Mungkin ada pertanyaan lain akan membuat debat lebih energik antara outdoorsmen daripada "apa pisau yang terbaik?" Dan ketika ditanya, kemungkinan untuk menghasilkan wacana panjang tentang metalurgi, desain pisau, ukuran pisau, menangani bahan dan selubung, belum lagi rincian lebih jelas seperti tepi geometri dan ukuran Choil. Hal tersebut pasti akan sangat membingungkan. Tapi pertanyaannya mungkin lebih baik dinyatakan sebagai "Apa pisau yang paling aman dan efektif untuk saya?"


Karakteristik umum pisau survival.


Pepatah lama menyatakan bahwa pisau yang terbaik adalah pisau yang Anda miliki. Tapi secara umum, Anda benar-benar ingin memiliki pisau yang benar-benar tepat, salah satu yang cukup fleksibel untuk melakukan serangkaian beragam tugas dan cukup tahan lama untuk menahan penggunaan yang keras. Tidak harus besar dan berat, umumnya saya pikir 4 "-6" pisau sesuai untuk kebanyakan situasi. Pisau harus tang konstruksi penuh - yaitu, dimana bahan pisau meluas melalui pegangan. Hal ini memberikan kekuatan pisau. Saya pikir desain blade terbaik secara keseluruhan adalah pisau titik drop. Ini desain serbaguna yang sangat efektif untuk sebagian besar tugas lapangan umum dan menawarkan titik kuat. Sebuah pisau titik drop kurang mungkin untuk istirahat pada titik dari titik desain klip yang mendalam lebih umum dari bentuk model  dan gaya pisau berburu tradisional. Berbentuk pendek dengan  klip lurus yang dapat memberikan titik kuat yang sama.




Jenis baja sebagai bahan dasar pisau.
Bagaimana baja diperlakukan perhatian yang sama pentingnya dengan jenis baja. Baja yang terbaik tidak akan benar-benar baik untuk digunakan, mungkin akan lebih buruk dari pada baja berkualitas rendah. baja karbon tetap menjadi favorit klasik survival penggemar pisau karena kekuatan mereka dan karakteristik retensi pada tepi. Tapi, karena baja karbon lebih cenderung karat, pisau ini membutuhkan perawatan ekstra dan perhatian. Namun, baja stainless terbaru akan tahan sama dengan baik dan memerlukan sedikit pemeliharaan dan perawatan jauh lebih sedikit. Secara teknis bukan stainless steel, baja D2 menjadi lebih populer karena ketahanan korosi meningkat dibandingkan dengan baja karbon lainnya, dan penyelenggaraan tepi dan sifat ketangguhan yang ditawarkannya.




Pegangan pisau.

Pegangan harus nyaman untuk stabil dalam posisi apapun, itulah sebabnya mengapa beberapa pisau yang dirancang memiliki alur jari yang mendalam. Pegangan terbaik dirancang untuk memberikan pegangan yang kuat dan menjadi tahan selip, terutama ketika basah. Jika pegangan bertekstur terlalu banyak, hal itu dapat menyebabkan bintik-bintik panas dan lecet  pada penggunaan berat. Sebuah lubang pada pegangan merupakan fitur penting untuk mencegah hilangnya pisau. Anda tidak perlu sengaja kehilangan alat survival yang paling berharga. Selalu gunakan lanyard pergelangan tangan(tali pengikat antara pisau dan tangan) saat bekerja dengan pisau anda di atas air atau di tempat lain, di mana ia mungkin akan jatuh dan membuat anda kehilangan.




Sarung pisau.
Secara tradisional sarung pisau terbuat dari kulit, sekarang  sarung pisau dapat terbuat dari nilon balistik dengan sisipan kaku atau dibentuk dari Kydex atau Concealex dan bentuk dipasang pada pisau yang mereka dukung. Sarung yang tepat harus membuat pisau tetap aman(tidak mudah hilang) serta mampu melindungi Anda dari pisau anda sendiri. Beberapa sarung pisau kini memiliki beberapa pilihan untuk dapat dipasang di rompi, ikat pinggang ataupun tempat lain yang memungkinkan anda untuk menempatkan pisau hampir di mana sesuai keinginan anda. Beberapa selubung memiliki kantong aksesori untuk menyimpan batu asah, multitools atau peralatan penting outdoor dengan muatan lebih kecil.





Pisau lipat.
Pisau lipat merupakan pendamping yang baik dan back-up untuk pisau tetap utama Anda. Namun, banyak orang menggunakan pisau ini sebagai pisau utama, karena mereka tidak dapat membawa pisau tetap mereka dengan berbagai alasan. Tentu saja pisau lipat tidak akan sekuat pisau tetap, karena anda mengandalkannya maka pisau lipat ini yang akan melakukan pekerjaan, pilihlah pisau lipat dengan berkualitas tinggi. Adanya fitur pengunci  pisau adalah suatu keharusan. Pisau non-penguncian dapat menyebabkan cedera yang serius.  Kelemahan fatal  adalah dari pisau lipat adalah ketika anda mungkin memiliki cedera pada satu tangan atau bahkan jika itu tidak terjadi, satu tangan mungkin sibuk dengan tugas penting yang bertepatan dengan kebutuhan menggunakan pisau. secara umum, pedoman yang sama mengenai desain pisau dan baja berlaku tetap gunakanlah pisau dengan tang penuh.




Pisau alat serbaguna/ multi fungsi
Pisau alat serbaguna yang dapat menjadi aset besar untuk seseorang yang mencoba untuk bertahan hidup dan merupakan pisau tetap yang baik. Tetapi sebenarnya pisau ini bukanlah yang terbaik. Karena kegunaan dari peralatan sebaguna tergantung pada jenis, jumlah, ukuran, dan desain pisau dan alat-alat lainnya. Ideal-nya, tujuan peralatan serbaguna ini harus benar-benar tepat, yaitu memiliki kemampuan untuk memotong dengan kuat, menggergaji dengan mudah. Karena pisau alat sebaguna kebanyakan memiliki ukuran yang kecil pada setiap peralatannya, maka secara fungsional kurang efektif. Selain itu, preferensi individu tetap mengambil alih.



Ringkasan
Pisau adalah salah satu alat yang paling penting untuk memiliki di alam liar. Pisau adalah alat yang membantu anda menyelesaikan banyak tugas penting untuk menjaga anda tetap mampu bertahan, membuat perapian, sinyal, mengumpulkan makanan, membangun persiapan, berburu dan banyak lagi. Inilah sebab mengapa banyak para pecinta alam liar memperlakukan pisau mereka dengan sangat baik.

April 27, 2013

Tombak Ikan dari Bambu

Menangkap ikan dapat menggunakan berbagai cara. Menagkap ikan dapat dilakukan dengan kail, jaring, peledak, ataupun dengan tangan kosong. Tetapi ketika semua cara di atas tidak dapat dilakukan karena perihal suatu halangan atau kondisi yang tidak mendukung, maka anda dapat melakukannya dengan menggunakan tombak bambu.


Bahan yang diperlukan untuk membuat tombak ikan dari bambu :
  1. Bambu, bahan dasar ini dapat anda pilih pada bambu yang berumur tua, pilihan tua adalah mengenai pertimbangan kekuatan struktur bambu. panjang 2,5-3 meter, dengan panjang ini berpengaruh terhadapa daya jangkau, daya tekan dan keseimbangan lemparan. Tidak terlalu besar(diameter), hal ini akan berpengaruh terhadap control anda pada bambu, yaitu tidak akan terlalu berat untuk menunjang daya refleks anda.
  2. Tali, bahan ini berfungsi untuk mengikat bagian pecahan pada bambu anda dan menjaga mata tombak anda pada posisi stabil.
  3. Ring, cincin ini dapat anda buat menggunakan ruas bambu, cincin ini mempengaruhi lebar antara mata tombak anda, ring dipasang pada bagian dalam pecahan pada tombak.
  4. Pisau, peralatan yang satu ini berfungsi untuk membuat mata tombak yang tajam.

Langkah membuat tombak ikan 
  1. Siapkan bambu anda.
  2. Pecahlah bagian pangkal dari bambu anda. Pilihan pangkal bambu adalah mengenai kekuatan struktur bambu yang pasti lebih kuat dibandingkan bagian ujung bambu.
  3. Ikatlah tali anda pada pangkal hasil pecahan anda, pengikatan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pecahan susulan yang merambat setelah terjadi tekanan pada waktu berburu.
  4. Pasanglah ring anda, untuk men-stabilkan posisinya, maka ring harus diikat dengan kuat.
  5. Setelah dirasa telah cukup, maka langkah selanjutnya adalah membuat mata tombak, anda dapat mulai meruncingkannya, buatlah sebuah tukik pada tiap mata tombak untuk menghindari terlepasnya kembali ikan setelah tertancap.



Ketika anda telah berhasil membuat tombak ikan, belum tentu anda dapat langsung baik ketika menggunakannya, anda hanya perlu terus berlatih. Selamat mencoba...



April 26, 2013

Puncak tertinggi di Indonesia.


Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah Provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Sebelum penyatuan Papua Barat ke Indonesia, pegunungan ini dikenal dengan nama Pegunungan Orange
Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia.
Pegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.

Enam puncak tertinggi di pegunungan Jayawijaya:
1. Puncak Jaya (4884 M.dpl)



Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia.
Nama-nama/ejaan lain:
  •  Nemangkawi
  • Ngga Pulu ("Ngga" berarti gunung)
  •  Gunung Carstensz
  • Piramida Carstensz
  • Puncak Carstensz
  • Puncak Jayadikesuma
  •  Puncak Piramida Carstensz
  • Ndugundugu

Puncak Jaya merupakan sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua,   Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global.



2. Puncak Mandala (4.760 M.dpl)


Puncak Mandala (pada masa penjajahan Belanda dikenal sebagai Juliana top atau Puncak Juliana) adalah salah satu gunung di Papua,Indonesia. Dengan ketinggian 4.760 m, Puncak Mandala adalah gunung tertinggi ke-2 di Indonesia setelah Puncak Jaya. Puncak Mandala membentuk bagian Pegunungan Bintang bagian timur dan berada dekat perbatasan Papua Nugini.


3. Puncak Trikora (4.730 M.dpl)


Puncak Trikora atau Ettiakup merupakan sebuah gunung yang terdapat di Papua Barat, Indonesia. Puncak Trikora mempunyai ketinggian setinggi 4,751 meter, menjadikannya gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Puncak Jaya dan Puncak Mandala. Puncak Trikora mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Di zaman pemerintahan Belanda gunung ini dikenal dengan nama Wilhelminatop (Puncak Wilhelmina).


4. Puncak Idenberg (4.673 M.dpl)



5. Puncak Yamin (4.535 M.dpl)



6. Puncak Carstenz Timur (4.400 M.dpl)