Juli 10, 2011

Vertical Rescue (3)


Sesi ini membahas tentang rope/tali dalam vertical rescue.

Rope
Rope/tali merupakan bagian terpenting dalam vertical rescue, teli digunakan dengan menggabungkan berbagai peralatan lain untuk memenuhi sebuah sistem peralatan untuk penyelamatan. Diharuskan untuk semua personel dalam vertical rescue untuk mengetahui dan memahami tentang tipe-tipe tali dan bahan yang digunakan untuk membuat tali. Serta dihruskan memahami bagaimana memanagement tali dengan baik.

Tipe
Tipe tali yang digunakan dalam vertical rescue sebaiknya dibuat dengan bahan sintetic fibre kernmantle, dimana bahan ini merupakan bahan terbaik dari segala bahan yang digunakan untuk pembuatan tali.

Rope history card
Dengan adanya rope history card, kita dapat mengetahui sejauh mana kemampuan tali untuk dapat digunakan menahan beban. Rope history card dibuat untuk mengetahui kepastian umur tali dan kapasitas penggunaan, perkembangan tali setiap saat dapat diawasi dengan baik.
Berikut contoh rope history card  yang dimaksud:
                                                                  Rope history card


Rope type      : static                                         Size     : 50X11mm         No: 2
Date acuired : 7-6-2009                                   Source : rayase outdoor centre

Date
Used by
Used
Comment
checked
20-6-09
-
To store
Condition OK
1-7-09
Randi
To training
ok
5-7-09
Sandi
30 m SRT
ok
26-7-09
Sianar
35 m DdRT
ok
....
....
....
....
....

Bahan Tali

Tali dengan Bahan Nylon(polyamid)
Sebenarnya dalam pemakaian tali pada vertical rescue, tali uyang digunakan adalah nylon 6 atau nylon 6.6.

_keunggulan: untuk polyamid dengan kelebihan polyester(terylene) dan campuran lainnya:
-Nylon 10%lebih kuat dari pada polyester.
-merupakan bahan yang lebih unggul dan mudah menyerap air.
-nylon 6.6 mampu menahan panas hingga 260 derajat celcius.

_kelemahan: kelemahan nylon/polyamid adalah:
-kekuatan tali dapat hilang 15% ketika kondisi tali basah
-terlalu mudah terkontaminasi zat asam


Kernmatle
Kernmantle lahir dari jerman dengan, kern: core dan mantle: sheat
Dilihat cara pembuatannya, kernmantle sesuai dengan arti yang dikandungnya, yaitu tali yang melindung tali dibagian tengahnya.

Kernmantle dibagi menjadi dua, static dan dinamic:

_Tali Kernmantle static
-kelenturan: tali kernmantle static memiliki kemuluran yang rendah, hanya 3% hingga 20% persen kemuluran dialami ketika tali dibebani tubuh seseorang.
-elastisitas: tali kernmantle static memiliki elastisitas tinggi, tali kernmantle static dapat mennyesuaikan diri dengan berbagai penggunaan seperti pada tali lainnya.
-kekuatan dan kemudahan penggunaan: tali kernmantle static memiliki kekuatan paling besar dibanding jenis tali lainnya, tetapi untuk kemudahan penggunaan, tali kernmantle static lebih kaku di bandinf tali lainnya.
-keunggulan tali kernmantle static: tidak mudah mulur, tidak mudah lecet, anti debu dan anti kotor, memiliki kekuatan yang besar.
-kelemahan tali kernmantle static: terlalu mudah menyerap dan sulit untuk dibuat jenis-janis simpul.

_Tali kernmantle dynamic
-elastisitas:tali kernmantle dynamic sangat mudah digunakan untuk membuat berbagai jenis simpul
-kelenturan: tali kernmantle dynamic memiliki kemuluran yang lebih tinggi, sehingga sangat cocok untuk menahan jatuhnya pemanjat dengan hentakan yang tidak terlalu keras pada tali.
-kekuatan: tali kernmantle dynamic memiliki pelindung yang lebih tipis sehinggan tali kernmantle dynamic memiliki kekuatan yang cukup.
-keuntungan: tali kernmantle dynamic adalah tali terbaik untuk menahan seseorang ketika jatuh karena memiliki kelenturan yang tinggi.
-kekurangan: tali kernmantle dynamic memiliki kemuluran yang terlalu tinggi, sehingga untuk penggunaan dalam vertical rescue kurang tepat karena akan menemui kendala pada penggunaan descending, ascending, maupun hauling.

NB: jangan menggunakan tali kernmantle dynamic untuk keperluan vertical rescue!


Ciri-ciri Rescue rope:
-minimal diameter adalah 11mm.
-dibuat dengan tipe static.
-mampu menahan beban minimal 3000kg.
-100% berbahan polyamid/nylon.
-memiliki lapisan pelindung.
-mudah digunakan dan mudah untuk pembuatan simpul-simpul.
-kemuluran tali maksimal 3% untuk tarikan 80kg.
-minimum 20% kemuluran tali untuk tarikan 3000kg.
-mampu beradaptasi denga suhu untuk keperluan operasional.
-warna kontras antara bagian tengan dengan bagian pembungkus.


Pemeliharaan 

Berikut hal yang harus diperhatikan:
-jangan memotong tali kecuali memang harus dilakukan. keperluan pemotongan tali diperbolehkan jika tidak membuat tali menjadi lebih buruk.seperti pemotongan pada ujung tali karena penggunaan simpul delapan yang terkunci atau tidak dapat terlepas karena penggunaan lem perekat.
-jangan biarkan penggunaan simpul yang dapat membuat kekuatan tali menjadi lemah.
-pergunakanlah simpul-simpul yang benar, karena kesalahan simpul akan membuat tali anda rusak.
-pergunakan pulley dengan ukuran yang pas, ukuran pulley yang terlalu kecil akan merusak tali anda.
-hindari hentakan mendadak pada tali anda.
-hindari menduduki/berjalan/menginjak tali, karena dapat membuat debu masuk pada tali anda.
-hindari tali bersentuhan dengan dataran atau bagian sudut yang kasar, jika hal itu terjadi lingdungi tali anda.
-bersihkan tali dari noda, debu ataupun pasir setelah penggunaan. Dengan mencuci tali dengan air bersih, air mengalir ataupun cara lain yang di anjurkan.
-jangan mengeringkan tali dekat api, atau dengan pemanas lainnya, letakkan pada tali yang melintang, hindari lantai yang dingin dan letakkan pada area terbuka untuk mendapatkan sirkulasi yang baik.
-simpan tali anda pada tempat terlindung yang netral, jauh dari kontak langsung lantai, seperti pada sebuah lemari yang terhindar dari bahan-bahan yang dapat mengkontaminasi tali, hindari embun, kelembaban, debu, binatang pengerat ataupun benda tajam.
-kerusakan atau lecet pada tali harus segera ditandai dan lakukan perbaikan segera. Detail penggunaan tali harus jelas terisi pada history record card.
-jangan membuat tali anda terjemur sinar matahari langsung terlalu lama, karena radiasi dari sinar ultraviolet dapat membuat tali anda rusak, lindungi dengan kain terpal/ material lain.
-pastikan tali anda tidak terkena bahan-bahan kimia/ bahan kontaminasi lainnya seperti minyak semir, oli, bensin, hydrolic fluid, acids dan alkalis.


Pencucian Tali

Berikut penjelasannya:
-tali harus dicuci jika terkena kotoran/debu, karena debu dapat merusak tali ketika tali dipergunakan untuk peralatan ascent.tali dapat di rangkai menyerupai rantai untuk menghindari kusut.
-polyamid rope dapat dicuci pada mesin cuci, tetapi set mesin untuk berputar dengan lembut, dapat dengan air dingin atau hangat tetapi dilatang untuk mnyetel mesin dengan air panas. Jangan menggunakan bahan-pencuci lain seperti sabun, pelembut ataupun bahan lain. Untuk lebih jelasnya, anda dapat melihatnya lagi pada petunjuk pencucian rekomendasi tali anda.
-tali dapat di cuci dengan cara di tarik perlahan menggunakan descender untuk memeras air yang terkandung.


Memeriksa tali
Segala tali harus diperiksa sebelum, ketika dan sesudah pemakaian. Pemeriksaan dilakukan secara cara kasat mata dan dengan cara dirasakan.

Cara kasat mata: berikut pemeriksaan secara kasat mata:
-perbadaan warna; jika terjadi perbedaan warna pada warna asli tali pelindung hal ini dapat disebabkan karena terjadi kontaminasi zat lain.
-pudar; warna pudar dapat merupakan awal kehancuran tali.
-warna putih; warna putih pada pelindung secara tidak wajar merupakan kerusakan yang terjadi dengan menonjolnya bagian dalam.
-ukuran yang tidak sama pada beberapa bagian; terjadi kerusakan karena penggunaan peralatan atau perlakuan yang tidak tepat pada tali, terjadi bentukan yang berbeda dan diameter tali tidak rata.
-lecet; lecet terjadi karena pergesekan atau tali terkena pada sudut suatu tempat yang tajam.
-kaku; terjadi karena penggunaan simpul yang tidak tepat dan ini mengindikasikan tali akan rusak secara perlahan.

Cara dirasakan: berikut pemeriksaan dengan cara dirasakan:
-kaku pada pelindung; terjadi karen beban berlebih atau karena kontaminasi.
-perubahan pada diameter; perubahan terjadi akan menyebabkan kerusakan pada tali.
-kontaminasi; dapat dikarenakan kotoran, debu atau benda lain.



NB: tes pemberian beban pada tali tidak dianjurkan untuk latihan.




Referensi AEMS