Juli 10, 2011

Vertical Rescue (2)


Perlengkapan Perorangan.

Dalam hal ini bagian keamanan dalam vertical rescue:
-Helmet, memiliki  kasamaan dengan helm untuk caving maupun climbing. Dalam vertical rescue helmet yang di gunakan hendaknya memenuhi standart keamanan. Berikut karakteristiknya:


-Sarung tangan, merupakan bagian vital yang harus di perhatikan. Menggunakan sarung tangan akan melindungi tangan dari gesekan dan kehilangan kontrol ketika melaksanakan operasi penyelamatan.
-Sepatu, gunakanlah sepatu yang dapat mencengkeram kuat, pas digunakan dan ringan serta nyaman digunakan.
-Pakaian, penggunaan yang pas dan nyaman bagi penggunanya, tidak terlalu sempit karena akan berpengaruh terhadapa tenaga pengguna an tidak terlalu longgar karena dapat mengganggu sistem peralatan yang digunakan dalam penyelamatan.
-Harness, semua kegiatan yang berhubungan dengan ketinggian hendaknya menggunakan harness sebagai bagian keamanan diri dan kelompok. Begitupun dalam pelaksanaan penyelamatan pada ketinggian.
-Peluit, penggunaan peluit sangat penting untuk keadaan genting. Hendaknya semua personal menggunakan peluit sebagai bagian dalam personal equipment.
-Peralatan rescue perorangan,
-Pisau, penggunaan pisau tajam pada situasi tertentu. Tempatkan pisau sebagai peralatan yang wajib dibawa untuk setiap personal.
-Obat pertolongan pertama, tempatkan perlengkapan ini sebagai perlengkapan yang wajib dibawa untuk setiap personal.

NB:
Tidak diperkenankan berambut panjang, mengenakan cincin, jam tangan, kalung, anting, gelang, sepatu yang memiliki bagian dengan bahan besi maupun dengan asesoris bebentuk kail.  Keamanan bagi rescuer maupun korban sangat ditekankan di sini.

Menyeleksi Lokasi pelatihan
Pertimbangan keamanan hendaknya melaksanakan beberapa hal berikut:
-Kondisi lingkungan yang ada(kesetabilan lokasi, keadaan medan, ketajaman batuan, dll).
-Terdapat area aman untuk melakukan proses evakuasi.
-Area yang aman dengan tingkat ketinggiannya.
-Dapat dan mudah dijangkau.
-Dapat melakukan pertolongan pertama dan melaksanakan evakuasi.
-Lokasi merupakan daerah yang sesuai dengan standart pelatihan.
-Dapat dilaksanakan berbagai jenis komunikasi.

Komunikasi
Untuk memperlacar kegiatan, hendaknya setiap orang mengetahui bagaimana menggunakan peralatan komunikasi yang ada dan mampu melakukan komunikasi dengan baik untuk menghindari kesalahan yang mungkin timbul.

Untuk situasi tertentu, tingkat kebisingan yang mungkin ada akan mengganggu perjalanan proses, sehingga diperlukan sebuah peralatan dengan sistem pengendali kebisingan.

Kekuatan Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam vertical rescue hendaknya memiliki standart keamanan yang telah teruji dengan rekomendasinya. Setiap personal hendaknya memahami tingkat kekuatan setiap detail item dan mengerti bagaimana menggunakannya.

Setiap item akan menjadi satuan pada sistem penyelamatan yang digunakan, hal ini mengharuskan setiap item memiliki kekuatan standartnya.Keamanan akan diperlukan dalam penggunaan peralatan, baik mengenai tingkat kemampuan peralatan, faktor keamanan, maupun keamanan setiap personal dalam penggunaanya.

Final Pemeriksaan Keamanan
Setiap personal harus diperiksa oleh safety officer sebelum melaksanakan proses evakuasi.
Pemeriksaan pada keseluruhan sistem yang digunakan, sepeti anchor, tali, perlengkapan perorangan, dan juga mengenai prosedur evakuasi maupun prosedur darurat lainnya.
Pemeriksaan final dilakukan sesuai dengan prosedur secara teliti, dan juga pemeriksaan keamanan belayer.

Bagian Penting
Berikut petunjuk yang dianjurkan:
-Setiap kegiatan dengan ketinggian hendaknya menyukai kehidupan, bukan ancaman.
-Setiap peralatan hendaknya di periksa, baik sebelum, ketika ataupun setelah digunakan.
-Pada radius dua meter merupakan area aman, dan area ini harus dibersihkan agar tidak ada gangguan dalam proses penyelamatan.
-Area aman harus segera dibuat untuk memudahkan pelaksanaan pertolongan.
-Pelaksanaan penyelamatan dengan menyiapkan peralatan untuk digunakan dengan petunjuk pemimpin kelompok, dan setiap bagian kelompok menyiapkan peralatan sesuai dengan tugasnya sehinggan akan siap jika setiap saat diperlukan.
-Anchor dipasang sesuai dengan sistem yang digunakan dan dilakukan pemeriksaan setiap saat.
-Semua simpul dan gesekan tali diawasi secara ektra ketika operasi penyelamatan dilakukan.
-Peralatan lain yang tidak digunakan segera disingkirkan dari area penyelamatan agar tidak mengganggu.
-Hindari menduduki peralatan baik yang telah dipasang maupun tidak. Perhatian lebih terhadap peralatan yang digunakan.
-Setiap tali yang bersinggungan dengan bagian lain yang tajam harus diberi pelindung tali berupa edge roller ataupun padding.
-Gesekan antar tali harus dihindari, lakukan perbaikan sistem jika hal tersebut terjadi.
-Kegiatan yang dilakukan pada tebing maupun ketinggian lainya, dapat saja menjatuhkan sesuatu dari ketinggian, dan jika hal itu terjadi maka untuk mengamankan orang lain di bawahnya, diharuskan bagi orang yang menjatuhkan untuk berteriak, “Below!!”
-Jika yang dijatuhkan adalah tali, maka peringatan yang diberikan adalah,”rope bolow!!”
-Penggunaan helm diwajibkan untuk menghindari benturan kepala dengan benda lainnya.
-Semua perlatan yang dapat lepas maupun longgar hendaknya dilakukan penguncian untuk menghindari kecelakaan lain.
-Gunakan sepatu yang pas pada kaki.
-Gunakan sarung tangan.
-Setiap personal harus membawa self –rescue equipment
-Semua personal harus membawa peluit dan pisau.

Penyelamatan Pada Malam Hari
Vertical rescue juga dapat dilaksanakan pada malam hari, peralatan yang harus disediakan antara lain:
-helm lengkap dengan lampu perorangan
-lampu cadangan perorangan
-penggunaan lampu besar untuk menyinari area penyelamatan
-penggunaan lampu kimia untuk menandai peralatan ataupun perorangan.

NB.
Penggunaan generator akan dapat mengganggu peralatan elektronik yang biasa digunakan untuk komunikasi, menyebabkan kebisingan dan menimbulkan asap yang dapat mengganggu penglihatan dan pernafasan karena mengandung CO2.




Referensi: AEMS