Juli 10, 2011

Vertical Rescue (1)


Vertical rescue merupakan penyelamatan yang dilakukan untuk lokasi-lokasi yang berhubungan dengan ketinggian dan kemampuan dalam formasi teknik. Dalam vertical rescue dibutuhkan kemampuan pasukan yang sangat cekatan, memiliki kemampuan, baik dalam fisik maupun psikologis. Anggota tim dalam vertical rescue diperlukan keberanian baik dalam menangani korban maupun dengan masalah ketinggian.

Faktor umum dalam vertical rescue:

-Bakat dan pengetahuan
Dalam hal ini rescuer haruslah terbiasa dengan ketinggian, kejasama tim yang baik dan memahami bagaimana merawat dan menggunakan peralatannya. Ketakutan pada ketinggian merupakan faktor yang harus di hilangkan, karena vertical rescue akan melakukan bayak hal dengan lokasi yang berhubungan dengan ketinggian, adanya ketakutan pada ketinggian akan mempersulit palaksanaan peyelamatan.

-Latihan dan pengalaman
Rescuer haruslah memahami dan mampu melakukan segala basic penyelamatan dalam ketinggian. Praktis dan cepat dalam melakukan tindakan penyelamatan.

-Terbiasa menggunakan peralatan
Rescuers haruslah memahami penggunaan segala macam peralatan yang mendukung penyelamatan, sensitif terhadap perubahan peralatan mengenai kemampuan dan perbedaan terkecil sekalipun. Rescuer haruslah selalu melakukan pengecekan peralatan baik sebelum, sesudah maupun dalam setiap penggunaannya.

-Disiplin dan kerjasama tim
Disiplin adalah hal paling penting bagi penyelamat. Absensi rutin harus dilakukan untuk setiap kegiatan, setiap keputusan tim leader haruslah diikuti semua anggota dan setiap operasi penyelamatan hendaknya dilakukan dengan efektif dan efisies. Kerja sama tim harus memiliki standart yang tinggi, setiap anggota rescue haruslan memiliki pengalaman, pelatihan, keyakinan, kedisiplinan, dan mementingkan keamanan untuk kelompok dan dirinya sendiri.

-Pendekatan dan taktik
Masalah penanganan penyelamatan, tim leader haruslah mempertimbangkan setiap hal-hal yang ada: Menentukan tujuan, mempertimbangkan beberapa faktor yang ada dan mungkin terjadi, mempertimbangkan setiap aksi yang akan dilakukan, memproses perencanaan.
Komunikasi menjadi hal penting dalam vertical rescue, antara rescuer haruslah selalu berkomunikasi setiap saat dalam proses penyelamatan.

Vertical rescue adalah keseluruhan faktor dengan skill yang tinggi, hasil dari kerjasama, disiplin dan pelatihan. Keseimbangan psikologi dan fisiologi sangat penting sebelum operasi penyelamatan dilakukan.

Keamanan
Keamanan menjadi bagian paling vital dalam setiap operasi penyelamatan. Hal ini merupakan respon dari setiap penyelamat sebelum melaksanakan penyelamatan, keamanan di pertimbangkan untuk menghindari resiko yang dapat membahayakan korban dan rescuers. 

*Mempertimbangkan keamanan.
Masalah keamanan dan memperkecil resiko yang mungkin terjadi dalam vertical rescue dapat dilakukan dengan:
-Melaksanankan dengan tepat dan selalu melakukan pelatihan.
-pemeliharaan peralatan secara standart.
-perhatian dan melakukan dengan cara yang telah terbiasa.
-mempertimbangkan dan melakukan pengamatan.
-melaksanakan perencanaan dan selalu berkomunikasi.

*Mengecek, mengawasi dan selalu waspada.
Keamanan merupakan hal yang selalu diutamakan dalam kegiatan ini. Semuanya harus memperhatikan kondisi anchor, simpul-simpul, tali, sistem pengaman. Seluruh tim haris tetap waspada dan keseluruhan pelaksaan penyelamatan tetap dalam keamanan yang terjaga.

*Safety officer.
Safety officer hendaknya orang yang memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan vertical rescue dan selalu mementingkan semua hal yang berhubungan dengan keamanan.

*Pertimbangan dalam memilih personel.
Untuk menunjang selain keamanan dan pelatihan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan:
-kesehatan dan kesiapan fisik untuk melakukan penyelamatan.
-terhindar dari ketakutan pada ketinggian/phobia.
-kemampuan bekerjasama dalam tim.





Referansi: AEMS