Juni 04, 2011

Api dan Perapian



Tanpa disadari betapa pentingnya memiliki kemampuan untuk membuat api untuk semua manusia, salah satu cara mempertahankan hidup bagi seorang survivor untuk tetap dapat menjalani hidup.

MENGAPA  API  BEGITU  PENTING?
Api adalah sumber panas terbaik untuk berbagai kondisi. Tanpa kemampuan ini, survivor dapat terserang hipotermia  pada daerah yang lebih dingin, tidak mampu mengeringkan pakaiannya yang basah, tidak dapat membuat senjata maupun mengobati luka, tidak memiliki proteksi dari incaran segerombol serigala, gagal dalam menikmati beberapa bahan makanan yang telah susah payah ditangkap gara-gara tidak dapat memasaknya atau bahkan survivor dapat kehilangan kesempatan melanjutkan hidup lantaran tidak dapat memberi signal pada tim SAR yang telah mencarinya berminggu-minggu. Ingat, seseorang dapat menjadi survivor, siapapun, di manapun dan kapanpun!

BAGAIMANA MEMILIH KAYU YANG BAIK?
Pemilihan kayu yang tepat akan membantu anda dalam mempertahankan api anda, memperpanjang kenikmatan hangatnya perapian dari hembusan kabut dan berbagai keunggulan dari sebuah perapian. Kayu terbaik yang digunakan sebaiknya adalah kayu yang keras dan kering, walaupun anda juga dapat menggunakan batang-batang kayu yang basah untuk membuat sebuah perapian. Tetapi anda tetap tidak boleh melupakan urutan pembakaran dari material-material dari memulai api.

BAGAIMANA MENYUSUN BAHAN PERAPIAN?
Penyusunan kayu sebagai bahan bakar perapian terbaik dilakukan dengan urutan sebagai berikut:


Kayu dasar: Adalah beberapa batang kayu yang diletakkan secara merata sebagai alas untuk perapian. Hal ini sangat  bermanfaat jika lingkungan adalah lingkungan yang lembab ataupun basah.
Penyala/tinder:  Merupakan kayu/material dengan tekstur lebih  lembut/kecil seperti rumput kering, tulang dedaunan, serutan kayu, kertas, pakis kering, kulit kelapa kering, lumut kering, daun dari jenis-jenis palem, jamur kering  dll..  Tinder sangat penting untuk memulai api, gunakan banyak tinder sesuai dengan cuaca ketika anda membuat perapian. api dapat anda mulai dari material yang satu ini baik dari nyala api kecil, bara ataupun sebuah percikan.

Kindling/pemancing:  Merupakan ranting kecil  yang memiliki ukuran 200% lebih besar dari tinder. Tetapi ranting ini tetap sama pentingnya dengan tinder. Karena kindling adalah kunci dari keberlanjutan api anda. Banyaknya kindling yang di perlukan adalah 300%-500% dari jumlah tinder yang anda miliki. Material ini harus kering dan mudah terbakar dengan cepat. Material dari tipe Kindling akan meningkatkan temperatur api dan akan membuat nyala api lebih besar. Contoh dari bahan pemancing ini adalah ranting kecil, potongan-potongan kayu kecil,dll.

Fuel/bahan bakar dengan ukuran kecil:  Pilihan untuk fuel yang pertama adalah Ranting sedang yang merupakan ranting dengan ukuran sebesar jari2 tangan anda. Gunakan lebih banyak untuk mendapatkan hasil api yang mengesankan.

Fuel/bahan bakar dengan ukuran besar: Sebagai lanjutnya adalah menggunakan batang sebesar dua buah jari tangan anda, jika kayu-kayu ini telah terbakar anda dapat meletakkan bahan bakar anda sebesar tangan anda dan melanjutkannya dengan kayu sebesar kaki anda, gunakan kayu yang keras dan perlahan dalam terbakar, karena kayu tersebut mampu menjadi bara api yang dapat anda miliki hingga 15 jam pembakaran. Api anda telah menyala, sehingga anda dapat mulai memanggang binatang buruan yang berhasil anda tangkap, baik itu seekor kelinci, seekor kambing ataupun seekor rusa jantan dewasa di atas perapian yang anda buat.

MENDIRIKAN PERAPIAN BERDASARKAN TEMPAT?
Berbagai tempat dapat anda gunakan untuk membuat perapian, tetap antisipatif dan buat besar nyala api anda sesuai kebutuhan saja, karena perapian anda yang terlalu kecil membuat anda akan cepat kehilangan banyak panas tubuh dan jika api anda terlalu besar anda dapat kehabisan bahan bakar lebih cepat, atau bahkan akan beresiko membuat hangus seluruh rimba!

Perapian dapat anda buat dimanapun jika anda tetap tenang. Berdasarkan macam lokasi pendirian  perapian  adalah sebagai berikut:
1.       Di atas tanah: kondisi tanah harus kering, jika lembab atau basah gunakan alas dari beberapa batang kayu yang di tata berjajar.
2.      Di atas batu: anda dapat membangun perapian anda di atas batu yang lebar ataupun di atas beberapa batu yang anda tata secara rapi sebagai alas jika lingkungan anda begitu basah/becek. Keunggulan batu adalah mampu menyimpan panas lebih lama dari pada tanah.
3.       Di atas air: anda akan dapat mulai membuat perapian dengan membangun sebuah panggung dari batang-batang kayu terlebih dahulu, menutup ranting-ranting pada panggung anda dengan lumpur yang cukup tebal dan mulai membuat susunan perapian anda.
4.      Di atas pohon: buatlah panggung/gunakan batang pohon yang cukup besar untuk membuat perapian anda, jangan lupa untuk menutup batang pohon dengan lumpur sebelum anda mulai membangun perapian anda.
5.      Tetap lakukan antisipasi kebakaran hutan dengan membuat parit, tanggul dari tanah, batuan ataupun batang kayu di sekitar perapian anda. bersihkan area perapian anda dari benda-benda yang mudah terbakar baik itu daun ataupun rerumputan dan tetap membuat jarak yang cukup antara perapian dengan shelter/tenda anda adalah sangat penting.
6.      Sebelum anda meninggalkan lokasi, tetap pastikan api anda telah mati dengan menunggunya beberapa menit setelah anda siram dengan air atau segera timbun rapat dengan tanah, pasir maupun lumpur agar bara api anda tidak menyebar tertiup angin.
7.       Kritik dan saran yang membangun dapat anda ketikan pada kolom komentar.
8.      Dan jangan lupa, SELALU BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA! Thanks.