Juni 26, 2011

SOS: Signal Bantuan (1)





_*Signal_

Survive adalah  tujuan utama bagi survivor. Membuat signal bantuan adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang survivor untuk lebih menunjang tujuan utamanya. Kemampuan ini harus dilatih dan disiapkan sebelum kondisi survival benar-benar terjadi.

Jika Anda tidak membawa ataupun kehilangan radio komunikasi dua arah, telepon seluler atau peluit, dalam survival kit anda, maka anda harus menggunakan signal visual untuk mendapatkan bantuan. Tergantung pada situasi yang anda hadapi dan materi yang telah anda miliki, Anda dapat menggunakan beberapa teknik signal bantuan yang dapat anda gunakan.

Berikut Teknik signal visual yang akan di bahas dalam SOS: Signal Bantuan pada sesi 1, sesi 2, sesi 3:

_Teknik Signal kebakaran_
_Teknik Signal Cermin atau Objek Shiny_
_Teknik Signal Senter_
_Teknik Signal Busana_
_Teknik Signal Bahan Alam_
_Teknik Signal Tubuh_
_Teknik Signal Panel_


_*Signal Visual_

Untuk menempatkan signal bantuan anda dapat memilih pada daerah yang terbuka, di atas bukit/daerah yang lebih tinggi, ataupun di tepian danau. Pastikan anda berada pada daerah yang merupakan zona pencarian para tim penyelamat.
 Jika lokasi anda lebih tinggi dari tempat lain ataupun daerah terbuka, maka jangkauan untuk dilihatnya signal visual anda memiliki harapan untuk berhasil dengan prosentase besar untuk dapat dilihat oleh tim pencari maupun tim penyelamat. Baik pencarian dari udara maupun dari daratan.


_*Signal SOS_

SOS (Save Our Souls) adalah signal marabahaya paling dikenal internasional. Setiap orang harus akrab dengan SOS. Signal SOS dapat ditularkan oleh metode, visual atau audio. 

Kode SOS adalah:  3 pendek,  3 panjang  dan 3  signal  pendek.  Jeda  dan  Ulangi signal.






Signal SOS dapat dibangun sebagai dasar untuk signal udara dengan batu dan kayu, atau apa pun materi yang anda miliki maupun dengan mengumpulkanya dari lingkungan anda ketika survive. 

Pada malam hari Anda dapat menggunakan lampu senter atau lampu sorot untuk mengirim SOS. Pada siang hari, Anda dapat menggunakan signal cermin. Jika sulit untuk menghasilkan signal panjang dan pendek, Anda harus tahu bahwa hampir signal apapun diulang tiga kali akan berfungsi sebagai signal SOS. 

Gunakan imajinasi anda dalam membuat signal SOS tersebut. Signal yang tepat dapat berarti perbedaan antara  yang harus diselamatkan dan yang tersisa dalam keadaan hidup.



Survival kit yang baik
dapat sangat membantu dalam melaksanakan teknik signaling berikut:

_Teknik Signal kebakaran_

Signal bantuan yang paling mencolok adalah signal api Anda. Hal ini mudah dilihat di malam hari. Pada siang hari, asap dari api Anda dapat dilihat beberapa kilo meter jauhnya. 

Membangun tiga kebakaran dengan pola segitiga atau dalam pola garis lurus, dengan jarak sekitar 30 m antar api. Tiga kebakaran merupakan tanda bahaya yang diakui secara internasional.


           
Teknik Signal kebakaran sendiri mampu menghasilkan dua buah teknik signal, yaitu Teknik signal Api dan Teknik Signal Asap. Berikut bagian detailnya:

       _Teknik Signal Api*



    Signal api merupakan signal paling efektif selama kegelapan. Membangun tiga kebakaran dalam formasi segitiga (signal marabahaya internasional). Membangun api secara alami atau buatan pada daerah terbuka untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan. 

Pembakaran pohon juga akan menarik perhatian, tetapi sangat berbahaya, karena dapat memicu sebuah kebakaran hutan. Membakar pohon hanya sebagai teknik signaling terakhir! 

Jika Anda memutuskan untuk membakar pohon, selalu pilih sebuah pohon yang terpisah dari pohon lainnya, dan pastikan pohon tersebut  lebih dekat dengan sumber air.

       _Teknik Signal Asap*


Efektif digunakan pada siang hari. Buat tiga kolom asap dengan pola segitiga atau gari lurus. Buat asap putih dengan latar belakang gelap atau buat asap hitam untuk latar belakang yang terang/cerah.

Untuk membuat asap putih, timbun api dengan daun hijau, lumut ataupun bahan yang mengandung air. 


Untuk membuat asap hitam, anda dapat menambah karet atau kain direndam minyak ke api anda juga dapat menggunakan getah pohon damar untuk mendapatkan asap yang hitam.



_Teknik Signal Cermin atau Objek Shiny_

Terbaik pada hari yang cerah. Cermin signal dapat dilihat lebih dari 100 km dalam kondisi normal dalam lingkungan yang cerah.
Pada hari yang cerah, cermin maupun objek shiny/benda yang mampu memantulkan cahaya dapat menjadi perangkat isyarat yang baik. Setiap objek mengkilap bisa anda dapatkan dengan cara memoles cangkir, gelas, ikat pinggang gesper atau benda serupa yang akan memantulkan sinar matahari. 
Periksa survival kit  anda, apakah anda memiliki benda yang dapat memantulkan cahaya matahari??

_Teknik Signal Senter_

Signal Senter adalah tehnik yang cukup baik untuk digunakan malam hari. Gunakan senter untuk mengirim signal SOS (tiga blip singkat diikuti dengan tiga blip panjang)
 
_Teknik Signal Busana_

Gunakan pakaian anda untuk diletak-letakkan  di tanah atau di atas pohon. Sedapat mungkin gunakan warna-warna cerah jika memungkinkan. Mengatur pakaian dalam pola geometris tidak wajar untuk membedakan pakaian anda dengan lingkungan sekitar.
 
_Teknik Signal Bahan Alam_

Gunakan bahan-bahan alami untuk mengeja sebuah kode SOS. Gunakan vegetasi untuk membentuk huruf dengan bahan yang kontras seperti ranting atau kotoran seperti di atas pasir. Untuk daerah tertutup, lakukan pemotongan pola vegetasi. Dalam tundra, menggali parit atau membalik rerumputan untuk membuat kode dalam bentuk tulisan. Sebagai aturan umum, gunakan bahan untuk menghasilkan warna yang kontras dengan latar belakang atau lingkungan.


_Teknik Signal Tubuh_

Teknik penggunaan signal tubuh hanya dapat dilakukan pada jarak tertentu. Tergantung jarak pandang dan keadaan cahaya yang tersedia. Signal ini sangat baik untuk memberikan informasi dengan sangat tepat dan cepat.  

_Merentangkan kedua tangan dengan berdiri tegap, berarti: Memerlukan bantuan medis, dengan waktu yang masih dapat di tunggu. 

_Membaringkan badan dengan kedua tangan diangkat lurus sejajar dengan tubuh, berarti : Memerlukan bantuan medis segera!

*Untuk detail Signal Tubuh dapat anda perdalam pada, “SOS: Signal Bantuan (2)”.

 
NB:______________________________

_Tiga titik api, tiga blip senter, tiga tiupan peluit, tiga buah ledakan, maupun signal lainnya. Semua signal yang diberikan sebanyak tiga kali merupakan signal yang berarti meminta bantuan, dan hal ini sudah diakui secara internasional.

_Untuk mengirimkan signal bantuan, lakukan pada waktu pagi hingga siang hari, waktu tersebut merupakan waktu yang paling baik, karena tim pencari akan memulai setiap pencarian pada pagi hari dan menunda pencarian pada sore hari.

_Mengenai Survival kit, dapat anda baca pada info (GRATIS) dari saya yang berjudul, “Survival Kit Standart”.







Refrensi:  _ US army - Chapter 19- Signaling techniques
_Wilderness-Survival-Skill-signaling for help
_Basegear/signaling help

SOS: Signal Bantuan (2)



Survive adalah  tujuan utama bagi survivor. Membuat signal bantuan adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang survivor untuk lebih menunjang tujuan utamanya. Kemampuan ini harus dilatih dan disiapkan sebelum kondisi survival benar-benar terjadi.

Jika Anda tidak membawa ataupun kehilangan radio komunikasi dua arah, telepon seluler atau peluit dalam survival kit anda, maka anda harus menggunakan signal visual untuk mendapatkan bantuan.

Pada sesi ini kita akan membahas masalah kode pesan/huruf SOS dan juga mengenai signal tubuh yang dapat anda gunakan dalam survival.


Sesi ini merupakan sesi lanjutan. Jika anda belum membaca sesi pertama, pastikan anda membaca  SOS: signal bantuan (1) terlebih dahulu!


Penggunaan kode darurat hendaknya mengikuti prosedur yang telah dibahas pada sesi pertama, karena sebuah pelanggaran prosedur dapat membuat usaha anda sia-sia.

Penggunaan material yang tepat adalah sebuah kunci, dan sumberdaya akan menjadi penyebab untuk pengambilan keputusan mengenai tehnik mana yang tepat untuk anda gunakan. Kelengkapan survival kit anda menjadi kunci pokok keberhasilan signaling anda.

Berikut ini adalah kode darurat dari darat ke udara dalam bentuk huruf:



Berikut contoh penulisan dalam bentuk signal:
VX      berarti, Perlu diselamatkan dan membutuhkan bantuan medis
LLN    berarti, Semua negatif
FV      berarti, Perlu diselamatkan dan Perlu bahan makanan dan minuman.

Lakukan penulisan pesan anda menggunakan material yang berwarna kontras dengan warna lingkungan, agar pesan anda mudah dibaca. Pastikan pesan anda dapat dilihat dari beberapa titik di udara untuk itu tuliskan pada area terbuka dan tuliskan pesan anda berlawanan dengan pola geometris agar lebih mencolok.


_Teknik Signal Tubuh_
Teknik penggunaan signal tubuh hanya dapat dilakukan pada jarak tertentu. Tergantung jarak pandang dan keadaan cahaya yang tersedia. Signal  ini sangat baik untuk memberikan informasi dengan sangat tepat dan   cepat. Berikut beberapa gerakan signal tubuh yang dapat digunakan dalam memberikan informasi.






Respon pesawat*



Respon pesawat merupakan hal penting untuk anda  pahami, dengan mengetahui respon pesawat, anda dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai apa yang harus anda lakukan selanjutnya. Jika anda tidak mampu membaca respon pesawat, anda tidak dapat mengetahi pilot pesawat telah memahami pesan anda atau belum, anda dapat saja salah dalam mengambil keputusan untuk apa yang harus segera anda lakukan. Bahkan anda dapat saja kehilangan waktu.

Beberapa hal yang akan dilakukan pilot pesawat sebagai respons atas signaling yang anda berikan adalah menggerakkan badan pesawat, pola terbang pesawat atau memberikan kedipan lampu signal pesawat. Berikut penjelasannya: 

_Jika signal anda diterima dan dipahami:


Respon pilot pesawat adalah pilot akan membuat pesawat terbang dengan menggoyangkan sayap (pada siang hari atau cahaya bulan) atau akan membuat lampu signal berkedip dengan warna hijau (pada malam hari).  
_Jika signal anda diterima namun tidak dipahami
  
Respon pilot pesawat adalah pilot akan membuat pesawat terbang dengan lingkaran lengkap (pada siang hari atau cahaya bulan) atau akan membuat lampu signal berkedip dengan warna merah (saat malam) 


_Teknik Signal Panel_ 

Tehnik signal panel dapat anda gunakan sebagai signal bantuan di darat ataupun di laut. Signal panel hanya akan dibahas pada sesi “SOS: Signal Bantuan (3)”.




NB:______________________________
_tiga titik api, tiga blip senter, tiga tiupan peluit, tiga buah ledakan, maupun signal lainnya. Semua signal yang diberikan sebanyak tiga kali merupakan signal yang berarti meminta bantuan, dan hal ini sudah diakui secara internasional.


_Untuk mengirimkan signal bantuan, lakukan pada waktu pagi hingga siang hari, waktu tersebut merupakan waktu yang paling baik, karena tim pencari akan memulai setiap pencarian pada pagi hari dan menunda pencarian pada sore hari.

_Mengenai Survival kit, dapat anda baca pada info (GRATIS) dari saya yang berjudul, “Survival Kit Standart”._Gunakan kesempatan anda sebaik mungkin.


Refrensi: 
_ US army -Chapter 19-Signaling techniques
_Wilderness-Survival-Skills- signaling for help
_Basegear/signaling help



Juni 22, 2011

Extreme Tips: Traverse to get a point




Panjat tebing adalah hal yang menyenangkan. Membuat ketagihan bagi yang mampu menyukainya. Tetapi beda cerita jika pemanjatan yang di lakukan menemui jalan buntu. Point yang ada terlalu jauh, permukaan tebing yang tidak layak untuk dipanjat karena terlalu rapuh, kemampuan yang terbatas karena terdapat overhang yang terlalu lebar atau bahkan karena bagian dari jalur yang direncanakan merupakan istana lebah liar.


Mendapatkan point ketika kehilangan jalur lanjutan. 

Contoh kasus.
Masalah: pemanjatan vertikal tidak dapat dilakukan karena suatu hal. Untuk pemanjatan horisontal tidak terdapat point maupu n celah yang dapat dimanfaatkan untuk melakukannya. Points ada sekitar lima meter di sebelah kanan/kiri lokasi pemanjat saat ini. Anggota badan tidak mungkin dapat menjangkaunya, jika dilakukan spekulasi lompatan resiko terlalu besar, jika  canceling pemanjatan alias turun, kekecawaan sponsor  akan menderu beberapa minggu ke depan bahkan ancaman fatal yaitu kehilangan exsistensi. Berikut gambaran situasinya...





Pemecahan:

kalau kamu??...


Pemecahanku adalah dengan melakukan  traverse. Karena tidak adanya point maupun crack yang dapat digunakan untuk melakukan tehnik hand traverse maka dalam kasus di atas pemanfaatan yang paling utama adalah peralatan descender yang wajib dibawa untuk setiap pemanjatan. Caranya, pertama adalah posisikan belayer pada posisi terakhir leader saat ini. Kedua adalah memasang beberapa pengaman. Gunakan minimal tiga pengaman untuk penempatan descender. Amankan belayer dengan beberapa pengaman dan pastikan semua pengaman terpasang dengan baik. Untuk pengaman sisip gunakan minimal empat buah, usahakan menggunakan piton sebagai pengaman untuk situasi seperti ini.   

Langkah selanjutnya adalah  leader mulai melakukan traverse menuju lokasi yang di rencanakan. Ketika melakukan traverse seperti ini, leader menggunakan tehnik friction/slab, ber-focus pada pijakan kaki untuk memperoleh daya dorong dengan tubuh condong meninggalkan belayer, beban badan leader akan dibebankan 100% pada anchor descander, untuk itu anchor descender harus benar-benar terpasang dengan baik. belayer tetap konsentrasi pada tali, tali tetap pada posisi bertahan dan belayer mengendurkannya sedikit demi sedikit bersamaan dengan pergerakan/aba-aba  leader.  




Pada traverse dalam situasi seperti ini point yang dapat dicapai oleh leader akan berada beberapa meter di bawah garis horisontal lokasi belayer saat ini. Setalah sampai pada titik tertentu pada jalur lanjutan, langkah selanjutnya adalah leader melakukan pemanjatan hingga beberapa meter di atas belayer saat ini.




pada pemanjatan ini, leader harus extra hati-hati karena tidak diwajibkan memasang pengaman satupun hingga posisi leader lokasi yang ditentukan, yaitu beberapa meter dari garis horisontal  lokasi belayer saat ini. Setelah lokasi yang direncanakan di raih oleh leader, leader memasang pengaman untuk pemindahan belayer pada jalur terbaru. Pemasangan anchor ascender dibuat untuk pemindahan belayer. Anchor harus terpasang sebaik mungkin, begitupun tali pada seat harness belayer

Langkah selanjutnya adalah belayer berayun menuju jalur baru, 100% berat badan belayer akan bertopang tali,



 
Selanjutnya pemanjatan dilakukan oleh belayer menuju lokasi leader memasang anchor. leader melakukan belaying dari pemasangan anchor terakhir untuk mengamankan belayer selama melakukan pemanjatan, hingga belayer mencapai lokasi yang ditentukan sebelumnya. 





NB:______________________________________

_Leader diperkenankan untuk langsung memasang anchors setelah mencapai points pada jalur baru/lanjutan. Tetapi untuk pemindahan belayer, untuk mengurangi resiko yang fatal dengan terpaksa belayer harus turun beberapa meter dari pitch sebelum melakukan pindah jalur.

_Pemasangan runner sepanjang jalur di bawah anchor terakhir oleh leader akan menggangu pemindahan belayer, dengan berayun, resiko yang diterima belayer sangat kecil.

_Jika leader tidak dapat melakukan traverse slab maka leader diperkenankan untuk berayun. 

_Strategi yang jitu diperlukan untuk setiap pemanjatan, tehnik pemanjatan harus selalu disesuaikan dengan medan tebing dan manfaatkanlah peralatan secara maksimal untuk menunjang keberhasilan menuju puncak.

_Sebuah keputusan "bodoh" dapat saja membunuhmu!

Teknik Dasar Panjat Tebing



Picture From www.thebestt.com

Orientasi medan tebing telah selesai dari kemarin, peralatan telah siap digunakan untuk di pasang, selanjutnya adalah mulai melaksanakan pemanjatan hingga finish. Jika medan terlalu panjang, kita akan bermalam di dinding tebing dan menikmati sunrise esok pagi. Untuk menyelesaikan dinding tebing ini kita harus memilih beberapa tehnik pemanjatan, berdasarkan “ormed”, Dinding tebing kita kali ini memiliki dinding dengan beberapa pola, pada langkah awal, permukaan cukup rata, hanya terdapat retakan vertical dengan lebar beberapa centimeter saja.

setelah pitch pertama tidak ada satupun point yang bisa kita gunakan, kita harus berpindah secara horisontal beberapa meter ke sisi kanan dan melanjutkan pemanjatan vertical melalui chimney panjang itu. Lokasi belayer ke empat direncanakan pada awal dinding selanjutnya, pada dinding yang tidak terlalu curam, yang langsung mengarah pada over hang. Jika kita berhasil kita dapat langsung mencapai top. Sekarang kita tentukan tehnik pemanjatan manakah yang sesuai. Berikut gambaran medan kasusnya...





Tehnik pemanjatan dapat digunakan untuk menyelesaikan seluruh medan tebing tersebut, antara lain:

a.   Face Climbing

Yaitu pemanjatan pada permukaan tebing yang memanfaatkan tonjolan batu (point) atau rongga yang memadai yang digunakan sebagai pijakan kaki, pegangan tangan maupun penjaga keseimbangan tubuh.


b.   Friction / Slab Climbing


Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical, kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maksimal di
atas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik, sehingga pemanjatan dapat dilakukan dengan lebih mudah.


c.   Fissure Climbing

Teknik pemanjatan dengan fissure climbing ini lebih memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan
untuk melakukan panjatan.



Dengan cara demikian dan beberapa pengembangan dari fissure climbing, dikenal teknik-teknik dengan tehnik sebagai berikut ;

a.   Jamming

teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu besar. Jari-jari tangan, kaki, ataupun bagian-bagian tangan hingga bahu pemanjat dapat dimanfaatkan sebagai tehnik untuk memanjat dengan cara memanfaatkan crack/retakan pada tebing untuk melakukan pemanjatan. Peralatan yang digunakan secara mayoritas adalah pengaman sisip.


b.   Chimneying

teknik memanjat celah vertical yang cukup lebar pada tebing (chimney). Badan masuk di antara celah, dengan punggung menempel dan mendorong di salah satu sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan, dan sebelah lagi menempel ke tebing yang berrada dibelakang pemanjat. Kedua tangan diletakkan menempel pada tebing. Kedua tangan membantu mendorong ke atas bersamaan dengan kedua kaki yang mendorong dan menahan berat badan.

c.   Bridging

teknik memanjat pada celah vertical yang cukup besar (gullies). Tehnik ini menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua permukaan tebing. Posisi badan mengangkang, kaki sebagai tumpuan dibantu oleh tangan yang juga berfungsi sebagai penjaga keseimbangan.


d.   Lay back

teknik memanjat pada celah vertical dengan menggunakan kekuatan tangan dan kaki. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi celah tersebut dengan posisi badan membeban ke belakang dan menempel kesisi tebing, untuk memperkuat pegangan pemanjatnya. kedua kaki berpijak dan mendorong pada tepi celah yang berlawanan untuk menghasilkan daya angkat.

e.   Hand traverse
 
Teknik memanjat pada tebing dengan gerak menyamping (horizontal). Hal ini dilakukan bila pegangan yang ideal sangat minim dan untuk memanjat vertical sudah tidak memungkinkan lagi. Teknik ini sangat rawan, dan banyak memakan tenaga karena seluruh berat badan tertumpu pada tangan, sedapat mungkin pegangan tangan dibantu dengan pijakan kaki (ujung kaki) agar berat badan dapat terbagi lebih rata.

f.   Mantelself

Teknik memanjat tonjolan-tonjolan (teras-teras kecil) yang letaknya agak tinggi, namun cukup besar untuk diandalkan sebagai tempat berdiri selanjutnya. Kedua tangan digunakan untuk menarik berat badan, dibantu dengan pergerakan kaki. Bila tonjolan-tonjolan tersebut setinggi paha atau dada maka posisi tangan berubah dari menarik menjadi menekan untuk mengangkat berat badan yang dibantu dengan dorongan kaki.

strategi sangat diperlukan dalam setiap pemanjatan tebing, sensitif membaca keadaan, baik kemampuan diri maupun keadaan medan yang ada dengan keketerbatasan-keterbatasan yang mungkin timbul  dan selalu dapat mengambil keputusan untuk memnfaatkan kemampuan diri maupun alat semaksimal mungkin, me-manage semua sumber daya sebaik mungkin untuk dapat meraih tujuan pemanjatannya.


Pembagian pemanjatan tebing Berdasarkan Pemakaian Alat:

a. Free Climbing
Sesuai dengan namanya, pada free climbing alat pengaman yang paling baik adalah diri sendiri. Namun keselamatan diri dapat ditingkatkan dengan adanya keterampilan yang diperoleh dari latihan yang baik dan mengikuti prosedur yang tepat. Pada free climbing, peralatan berfungsi hanya sebagai pengaman bila jatuh. Dalam pelaksanaanya ia bergerak sambil memasang, jadi walaupun tanpa alat-alat tersebut ia masih mampu bergerak atau melanjutkan pendakian. Dalam pendakian tipe ini seorang pendaki diamankan oleh belayer.

b. Free Soloing
Climbing
Merupakan bagian dari free climbing, tetapi si pendaki benar-benar melakukan dengan segala resiko yang siap dihadapinya sendiri. Dalam pergerakannya ia tidak memerlukan peralatan pengaman. Untuk melakukan free soloing climbing, seorang pendaki harus benar-benar mengetahui segala bentuk rintangan dan keputusan untuk pergerakan pada rute yang dilalui. Bahkan kadang-kadang ia harus menghapalkan dahulu segala gerakan, baik itu tumpuan ataupun pegangan, sehingga biasanya orang akan melakukan free soloing climbing bila ia sudah pernah mendaki pada lintasan yang sama. Resiko yang dihadapi pendaki tipe ini sangat fatal sekali, sehingga hanya orang yang mampu dan benar-benar professional yang akan melakukannya.

Atrificial Climbing
Pemanjatan tebing dengan bantuan peralatan tambahan, seperti piton, bolt, dll. Peralatan tersebut harus digunakan karena dalam pendakian sering sekali dihadapi medan yang kurang atau tidak sama sekali memberikan tumpuan atau peluang gerak yang memadai.